Minggu, 18 Januari 2009

PISANG SALE

PENDAHULUAN


Daerah tropik Asia Tenggara di sekitar kawasan Malaysia dan Indonesia merupakan tanah asal tanaman pisang.Kini tanaman pisang telah menyebar ke segala penjuru dunia antara lain kepulauan Pasifik, kawasan Mediteran, India, Amerika, dan Cina.Daerah penghasil pisang di Indonesia juga me¬nyebar dari Sum-Bar (Fadang Pariaman, Pesisir Selatan dan Lima Puluh Kota), Ja-Teng (De¬mak, Blora, Wonogiri, dan Sragen), D.I. Yogya¬karta (Bantul, Gunung Kidul, dan Sleman), Ja¬Tim (Banyuwangi, Trenggalek, Pacitan, dan Jombang), Bali (Buleleng, Jembrana, dan Ban¬dung), NTB (Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Bima) sampai Sul-Sel (Gowa, Bone, Pin¬rang, dan Wajo).

Buah pisang mengandung nilai gizi cukup tinggi sebagai sumber karbohidrat, vitamin, dan mi¬neral (Tabel 1). Kandungan karbohidratnya ter utama berupa zat tepung atau pati (starch) dan macam-macam gula.Kandungan gula dalam pisang terdiri atas se-,nyawa-senyawa seperti: dextrosa 4,6 persen, levulosa 3,6 persen dan sukrosa 2 persen. Ke tiga jenis gula tersebut mudah dicerna oleh tu¬buh manusia balk tua maupun muda bahkan bayi.Daging buah pi sang mengandung berbagai vita¬min seperti: vitamin A, vitamin B 1, dan vitamin C, dan lainnya. Buah pisang juga mengandung mineral seperti: kalsium, fosfor, dan besi.


SALE PISANG


Sale pisang biasanya dimakan sebagai makanan kecil yang dihidangkan pada pesta; atau sebagai makanan bekal tamasya maupun oleh-oleh dari bepergian.Pabrik makanan kadangkala memanfaatkan sale pisang untuk campuran atau penyedap, untuk isian sultana, roti manis, pastry, pie, es krim, dan lainnya.
Ciri-ciri sale pisang berkualitas baik adalah se¬bagai berikut:
a. warna kuning kecoklatan
b. citarasa dan aroma asli
c. tahan disimpan selama 6 bulan
d. tidak ditumbuhi jamur
e. kadar air 15-20 persen
f. kandungan sulfat maksimum 2.000 ppm.


CARA MEMBUAT SALE PISANG

Setelah mempersiapkan bahan dan peralatan secu¬kupnya, langkah selanjutnya adalah membuat sale pi¬sang, yakni sebagai berikut:

A. PEMILIHAN

Pilihlah pisang (ambon, atau raja, ataupun emas) yang memiliki tingkatkematangan penuh dan masih ke¬ras, tetapi bukan dari hasil pemeraman. Pisang tersebut bebas dari gangguan hama dan penyakit serta kerusakan lain. Direncanakan mengolah pisang sebanyak 50 kg setiap hari.



B. PENCUCIAN 
Pisang dicuci dengan air bersih. Dengan pencucian ini, kotoran-kotoran yang masih merekat maupun tercampur diantara buah pisang dapat hilang.



C. PENGUPASAN
Pisang dikupas kulitnya dan bagian daging buah yang berserabut dihilangkan serta bagian kulit arinya dikerok dengan bilah bambu yang tajam. Kemudian bagian ujung-ujungnya dipotong. Dari bahan pisang 50 kg dapat dipilahkan menjadi: (a) daging buah bersih sekitar 30,6 kg, dan (b) kulit dan bagian yang tidak terpakai sekitar 19,4 kg.



D. PERENDAMAN
Buatlah la_rutan Natrium bisulfit.,Ambil panci dan isi dengan air bersih sebanyak SO liter, kemudian ma¬sukkan 250 gram Natrium bisulfit, dan aduk hingga merata. Rendamlah buah pisang sekitar 5-10 menit. Setelah direndam, buah pisang ditiriskan dan diletakkan di atas nampan.





E .PENGERINGAN 
Pengeringan awal ini sebaiknya menggunakan alat pengering tenaga suria selam sehari



F. PEMIPIHAN
Setelah pengeringan sehari, buah pisang disisihkan dengan menggunakan kayu penggiling. Adapun tingkat ketebalan yang diinginkn umumnya sampai 0.5 cm.


G. PENGERINGAN II
Pipihan atau lempengan pisang dikeringkan lagi. Pengeringan ini dihentikan bila antar-lempengan pisang tidak saling melekat, atau sampai kadar airnya menjadi sekitar 15-20 persen. Dari 30,6 kg daging buah (segar) setelah dikeringkan menjadi: (a) sale kering sekitar 4,5 kg, dan (b) bagian yang hilang sekitar 26,1 kg.


H. PENGEMASAN
Sebelum sale pisang dikemas dalam kantong plastik sebaiknya ditunggu sementara waktu sampai dingin. Se¬telah sale pisang tersebut dingin, masukkan ke dalam kantong plastik dan tutuplah rapat-rapat dengan cara direkatkan dengan api lilin, lalu disimpan di tempat yang dingin dan kering.




Pisang sale merupakan salah satu produk pengawetan. Selain diproduksi untuk menghasilkan produk yang baru, pembuatan pisang sale merupakan salah satu cara didalam mengatasi masalah kelimpahan panen yang terjadi pada buah pisang. Kandungan air pada pisang yang telah kurang melalui pengeringan membuat pisang sale dapat disimpan lebih lama.




DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 1986. Bercocok Tanam Buah-Buahan. Direktur jenderal pertanian tanaman pangan; Jakarta. 

Budi santoso, Hieronymus. 1995. Sale Pisang. Kanisius: Yogyakarta.
Made Astawan, Mita Wahyuni Astawan. 1991. Teknologi Pengolahan Pangan Nabati Tepat Guna. Akademika Preseindo; Jakarta.

1 komentar: